Corona dan Wajah-Wajah yang Merona.

Corona dan Wajah-Wajah yang Merona.

Obsessions in my head.
Don’t connect with my intellect.
It’s called obsession.
Can you handle it?
(Obsessions, Suede)

Rasa-rasanya saya tidak mengalami masalah dengan obsesi, semoga saja.
Belakangan ini saya punya perkara lain.
Dan belum lama saya menyadarinya.
Beberapa hari yang lalu.

Saya diterpa Rindu.

Saya rindu ke kampung-kampung menyesapi kegembiraan dengan Pejuang-pejuang Pondok Akar.

Mengoper bola dengan akurasi sebaik mungkin, lalu berpaling membelakangi pertahanan lawan.
Dengan lagak Steven Gerrard wanna be, walaupun hanya di lapangan futsal.

Juga rindu menyantap coto Makassar.
Lidah,jantung dan Usus dengan burasnya.
Dan tentu saja ditemani segelas Sirup susu dingin.
Di Warung Daeng Tona, di sekitaran pusat kota Bogor.

Lonjakan rasa rindu ini betul-betul di luar
dugaan.
Dan rindu tidak butuh konsentrasi, Ia datang menyelinap begitu saja.
Merangsek ke lubuk hati yang paling dalam.
Dan hari ini saya merasakannya lagi, setelah menyantap bungkusan nasi padang.
Lauknya Tunjang dan telur dadar.

Dan rindu bisa membuat wajah siapa saja menjadi merona.
Semua ini karena Corona.

Dilansir dari Kompas.com, yang ditulis oleh Gloria Setyvani Putri.
Jumlah pasien kasus corona di dunia. hingga Kamis (2/4/2020) pukul 09.24 WIB mencapai 935.750 kasus.

Dari 935.750 orang yang positif terinfeksi. 47.241 di antaranya meninggal dunia.
Dan 194.277 telah dinyatakan sembuh.
Terdapat 203 negara dan wilayah di seluruh dunia yang telah melaporkan Pandemi ini.

Dan di Indonesia Hingga Rabu (1/4/2020). Total ada 1.677 kasus Covid-19 di Indonesia. Angka ini bertambah 149 pasien yang dinyatakan positif virus corona dalam 24 jam terakhir.

Sungguh luar biasa, Corona memang mencengangkan.
Tapi bukan berarti tidak bisa diatasi.

Saya tidak terlalu memperdulikan orang-orang berdebat tentang lockdown.
Karantina kesehatan dan di rumah saja atau tidak.
Dan juga perkara bagaimana mencuci tangan dengan baik dan benar.

Rasa-rasanya dokter, Akademisi, Ahlinya Ahli yang lebih pandai soal itu.
Dan tentu saja Pemerintah akan selalu hadir untuk Rakyatnya(Insha Allah), apalagi dalam situasi sekarang ini.

Hadirnya Corona juga berakibat baik.
Membuat semakin banyak Wajah-wajah merona.

Rasa-rasanya Bumi bisa bernafas lega sekarang.
Polusi berkurang karena Jalanan lengang.
Orang-orang memperdulikan kesehatannya dan berdoa yang baik-baik.

Burung-burung dari perairan Gloucester hingga perairan Makassar mungkin sedang rave party.
Saking senang nya merasakan langitNya bersih dan jernih.
Karena Pesawat-Pesawat komersil tidak hilir mudik sementara waktu.

Seorang Fotografer di New York.
Bernama Jeremy Cohen mendapatkan kekasih berkat Social distancing.
Didukung teknologi, kreativitas dan tentunya keberanian.
Kekasihnya bernama Tori Cignarella.
Walau belum bisa bersentuhan secara langsung.
Mereka tetap bisa kencan.
Dinner diatas Rooftop Apartemen masing-masing, sambil FaceTime.

Belum lagi cerita-cerita inspiratif, lucu dan hangat yang berseliweran di WaG, Facebook dan lainnya.
Corona betul-betul memberi banyak cerita.

Semoga pandemi ini buat kita mengerti.
Belajar menahan diri.
Tidak tamak.
Tidak rakus.

Dan satu lagi, Lebaran datang sebentar lagi.
Diawali dengan bulan puasa.
Mungkin tahun-tahun kemarin kita menyambutnya terlalu berlebihan
Tidak sebagaimana mestinya.
Mungkin.

Sepertinya tahun ini Lebaran dan Ibadah Puasa akan menjadi lebih berarti dan sungguh-sungguh.
Sungguh-sungguh menahan diri.

Tiba-tiba saya ingin ketemu Bapak dan Cila.

(Hendra Haeruman)
Penggemar Fanatik Coto Makassar, Liverpool dan Quantum Leap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top
× Whatsapp, How can I help you?